Resume

Jangan keliru mengartikan konsep tawakkal. Salah mengartikannya Anda mungkin jadi penganut prinsip ‘Pasrahisme’, ‘ mental nrimo’. Karena sesungguhnya konsep tawakal terjadi setelah kita melewati proses ikhtiar plus doa. Zaman Rasulullah pernah terjadi, Rasul menegur seorang sahabat yang meninggalkan untanya tanpa diikat. Rasulullah menyuruh sahabat tersebut untuk mengikat untanya dengan tali, setelah itu baru boleh meninggalkannya. Setelah diikat barulah Anda boleh bertawakal kepada Allah. Mengambil action dulu lantas kita bertawakal adalah sebuah bukti bahwa kita bertindak sebagai pribadi yang stabil. Sebab orang yang stabil tidak terjebak dalam tindakan emosional, justru kita berada dalam wilayah bertindak proaktif. Dan menurut saya orang yang proaktif itu berarti mempunyai 2 kombinasi sifat. Pertama sifat inisiatif dan kedua adalah sifat sensitif.

Penjabaran singkatnya adalah:

Ada orang yang peka tapi tidak berinisiatif. Ada orang yang berinisiatif tapi tidak didorong oleh rasa peka. Untuk menyelaraskan keduanya, Anda perlu balancing tool. Yaitu daya intuisi Anda. Ketika intuisi telah serasi/selaras terhadap kepekaan dan inisiasi artinya Anda bisa dikatakan telah mencapai kestabilan hidup. Namun jika berhenti pada tahap ini, juga berbahaya sebab akan melahirkan status quo. Dan di dalam Alquran disebutkan “Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup.” [QS Al Alaq:6-7] Seorang yang stabil dia mempunyai suatu kepekaan, kepekaan terhadap situasi, kapan harus bertindak, kapan harus berdiam diri. Dan satu lagi, orang yang stabil adalah orang yang berinisiatif, yang bersedia melakukan pekerjaan sebelum diminta oleh orang lain.

Masukkan nama dan email untuk mendapatkan Buku ini





Nama Anda (wajib)

Email Anda (wajib)